Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.(An-Nuur:43)

------------

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?(Al-Anbiyaa:30)

------------

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.(Thaahaa:53)

------------

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.( An-Nahl : 79)

------------

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (Al-Munafiqun:4)

------------

Jumat, 26 Agustus 2011

Minal Aidin Walfaidzin

Ketika lisan tak terjaga, ketika janji terlupakan, ketika sikap tidak berkenan, ketika ku fikir yg bukan2, tercipta sesal, luka n salah padamu.

Di hari nan fitri n penuh kemenangan ini,Aku mohon ma'af atas segala salah dan khilafku padamu.

Selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1432 H minal aidzin walfaidzin mohon ma'af lahir dan Batin


Kamis, 25 Agustus 2011

Lebaran

Hari ini adalah minggu terakhir bulan Ramadhan, Lebaran sudah didepan mata, kubayangkan suara gema takbir menggema yang bisa terdengar sampai ke seantero negeri. Suara takbir yg merdu yang terlantun indah, begitu menggetarkan dada setiap manusia yang beriman. Harusnya lebaran adalah waktu yang membahagiakan bagi seluruh umat islam.

Seharusnya lebaran adalah hari kebahagiaan. Setelah satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa, akhirnya tiba jua hari kemenangan yang dinantikan. Semua orang bersuka cita. Saling mengunjungi, saling bermaafan, saling berucap selamat dan saling mendoakan. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita. Menyambung silaturrahim dengan sanak saudara, tetangga dan teman-teman. Dengan pakaian baru dan kue-kue lezat terhidang di meja.

Aku teringat bagaimana aku dengan setengah memaksa meminta kepada ayah untuk membelikan baju baru kepada ayahku, "Pak.. aku mau baju baru ya Lebaran ini" ucapku kepada ayah, karena lebaran ini adalah tahun ke tiga aku rayakan tanpa mengenakan baju baru.

Sebenarnya bapak, sungguh menyayangi kami sekeluarga, bapak giat mencari nafkah agar aku bisa bersekolah, tapi mungkin aku yang tidak tau bersyukur dan banyak menuntut kepada bapak untuk bisa membelikan aku dan adiku baju baru pada Idul Fitri ini, sebuah keinginan wajar untuk orang yang berpunya, tapi bagiku dan adiku itu adalah sebuah imajinasi yang terlalu mewah, ayah selalu beralasan ini ulah pemerintah yang seenaknya sendiri, jadi kami yang menanggung bebannya.

Aku yang masih belum mengerti urusan politik atau urusan negara yang njelimet hanya menyimpan kepedihan karena ayah belum mampu membelikan aku dan adikku pakaian baru, aku dan adik berusaha selalu bersabar dan menerima, apa pun yang diberikan Allah kepada kami.

Aku hanya selalu berdoa, dan memohon kepada Allah sesuai nasihat Ayah "Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah swt menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya."

Tiba-tiba kepedihan di dada ku semakin memuncak, dan air mata ini tidak bisa diajak kompromi mengalir pada kedua pipiku, karena aku ingin sekali memiliki baju baru pada lebaran ini, Aku pun terlena pada kenangan lalu, di mana ayah masih jaya sebagai buruh pada suatu pabrik plastik. Dulu setiap lebaran rumah kami meriah, banyak makanan, baju baru dan lainnya. Hal itu hanya membawa kepedihan dan penyesalan yang dalam.

"Ayah mau kemana?" tanyaku kepada ayah, "Mau narik cari rejeki." jawab ayah singkat, "Yah jangan lupa ya aku di beliin baju baru" ungkapku, ayah hanya menjawab dengan anggukan pelan. Aku tertegun. Anggukan ayah membuatku merasa bersalah. Ya Gusti Allah... ampuni aku yang selalu menyusahkan Ayah.

Sore itu ayah pulang dengan muka sumringah, "Yanto..." panggil ayah kepadaku, "Ada apa yah" tanyaku kepada ayah. Ini nak, alhamdulillah ayah dapat rezeki nak, kamu bisa beli baju lebaran" kata ayah sambil menyodorkan uang 300.000, "Ini dari mana yah uangnya" tanya aku kepada ayah. "Tadi becak ayah di sewa orang untuk pindahan, alhamdulillah orang itu baik dan memberi ayah lebih nak" begitu lah carita ayah, dan aku pun bisa tersenyum sumringah, karena baju yang kuimpikan bisa aku beli

Keseokan harinya kami sekeluarga naik becak ayah pergi ke pasar, hal ini adalah hal yang sangat indah, walau kami tidak mempunyai mobil seperti orang kaya, naik becak sekeluarga adalah hal yang jarang terjadi, tapi kali ini ayah mengantar kami ke pasar untuk membelikan aku dan adikku sebuah baju baru.

Adikku memilih baju atas bawah dengan motif senada. Cocok sekali untuk dia yang masih duduk di bangku SD. Kebanyakan anak-anak seusia adikku memang lebih suka memakai baju stelan. Ibuku langsung menanyakan harga baju yang kami pilih. Agak lama aku menunggu ibuku tawar-menawar harga dengan pemilik toko. Tapi untungnya ibu berhasil membeli baju itu dengan harga yang lumayan terjangkau. Aku sangat bahagia.

"Ibu tidak sekalian membeli baju baru?" tanyaku pada ibu. "Baju baru tidak penting bagi ibu, Yang penting hati kita diperbarui lagi untuk dapat lebih dekat dengan-Nya. Melihat kamu dan adikmu senang itu sudah cukup bagi ibu," ibu menjawab lirih, sambil menasihatiku. Ayah tadi tidak mengantar kami belanja, ayah bilang dia mau narik becak dulu, nanti pulangnya d tunggu di pangkalan becak tempat ayah mangkal di pasar itu.

Setelah berputar-putar di pasar agak lama untuk menemukan baju serta berbelanja keperluan untuk menyambut lebaran, aku, adik dan ibu menuju pangkalan beca tempat ayah biasa mangkal, kulihat ayah belum tiba di sana, kami pun menunggu dengan sabar, " Bu itu ayah" ucapku sambil melihat kesebrang jalan, dan kulambaikan tangan memanggil ayah.

"Ayah..." ucapku sambil setengah berteriak, ayah dengan wajah yang riang, berusaha mengayuh becaknya dengan kencang, seakan tidak sabar menjemput kami, "Tin...............Brak..." sebuah truk pengangkut pasir menabrak ayah. Seketika tubuh ayah ambruk ke tanah. Penuh darah bercucuran. Adikku menangis kencang. Orang-orang sekitar berlarian menuju tempat kejadian. Mereka semua mengerumuni ayah.

Dan ayah dibawa ke rumah sakit, oleh sopir truk itu, aku, ibu dan adikku menunggui aku di rumah sakit itu, Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar... La ilaha illallah wallahu akbar... Allahu akbar walillahilhamd... Suara takbir dan tahmid mengiringi hari itu yang bertepatan dengan malam takbiran.

Akupun berdoa kepada Allah "Ya Allah ya Tuhanku, tolong jangan kau ambil ayahku tercinta, aku sayang kepadanya, tiada orang yang paling baik sedunia selain Ayah". Dan dokter rumah sakit itu menghampiri ibu, "Bu, kondisi bapak alhamdulillah tidak apa-apa, hanya tangan kanannya patah, mungkin besok pun sudah bisa pulang" jelas dokter kepada ibu.

Esoknya ketika lebaran tiba aku dan adiku menjenguk ayah di rumah sakit, baju yang baru yang niatnya kupakai untuk bersilahturahmi kepada saudara dan tetangga, kupakai untuk membawa ayah pulang. Di depan ayah aku mencium tangan, dan bersyukur kepada Allah bahwa lebaran ini aku masih diberi kesempatan bersama ayah ku yang tercinta. "Ayah aku tidak terlalu butuh baju baru, aku bersyukur ayah masih ada di sisi kami". Dan ku lihat ayah tersenyum haru. Kesehatan dan keberadaan Ayah adalah hadiah Idul Fitri ku dari Allah yang paling berharga. Dan akupun berdoa memanjat syukur yang tak terkira.

"Ya Tuhanku, berilah aku kekuatan untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, serta memasukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. Kasihilah kami wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang." Amiin.

Firman Allah SWT (QS. Al Baqarah:152) :

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Senin, 22 Agustus 2011

Syaitan menyesatkan

Dalam sebuah hadis ada menceritakan tentang dua orang saudara, seorang darinya kuat beribadat kepada Allah sedangkan seorang lagi selalu berbuat maksiat dan kejahatan.

             Pada suatu hari saudara yang kuat beramal ibadat kepada Allah telah bercita-cita untuk melihat Iblis di tempat ibadatnya. Suatu hari ketika dia sedang duduk bersendirian maka datanglah syaitan kepadanya dengan berkata: “Sayang sekali engkau, engkau telah menghabiskan dan mensia-siakan empat puluh tahun umurmu kerana itu rasakan keindahan dunia dan jamulah kehendak dan keinginan engkau. Kemudian kembalilah engkau bertaubat serta membuat ibadat kepada Allah pula. Jadi tiadalah engkau merugi dalam dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Penyayang.”   

            Mendengar kata-kata iblis yang lembut itu maka hati dan pendiriannya telah berubah, katanya: “Benar juga kata-kata syaitan itu, aku telah merugikan diriku sendiri beberapa lama. Baiklah aku turun ke bawah mendapatkan saudaraku supaya  aku dapat bersama-samanya memuaskan nafsu keinginan dan keduniaan selama dua puluh tahun, kemudian aku akan bertaubat dan kembali beribadat kepada Allah di dalam umurku yang dua puluh tahun lagi itu.”

            Selepas dari itu dia pun turun ke bawah dengan niat untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan kepada Allah. Dalam pada itu saudaranya yang seorang lagi (Pendurhaka) yang selalu di dalam kancah kemaksiatan dan kejahatan itu mula menyedari kesilapan yang telah dilalukannya. Pada suatu hari dia mendapati dirinya di dalam seburuk-buruk keadaan. Dilihatnya badannya serta pakaiannya telah kotor berlumuran dengan najis serta terlantar pula di atas debu tanah. Sewaktu dia sadar itu, maka berkatalah hatinya: “Oh… sia-sianya. Oh.. ruginya aku. Sudah habis umurku di dalam dunia maksiat, aku telah merosakkan diri sendiri serta bodoh, sedangkan saudaraku itu sedang beribadat kepada Allah dan akan memperolehi syurga Allah. Tetapi aku.. nerakalah tempat tinggalku. Demi Allah, aku bertaubat aku akan naik ke atas bersama saudaraku untuk mengerjakan ibadat dan berbakti kepada Allah. Semoga Allah akan mengampuni segala dosanya.”

            Maka diapun naiklah ke atas dengan niat untuk bertaubat sedangkan saudaranya itu pula turun dengan niat untuk melakukan kerja-kerja maksiat dan kerja-kerja yang dimurkai Allah. Tiba-tiba sewaktu dia hendak turun maka dia tergelincir kakinya lalu jatuh ke atas adiknya . Akhirnya keduanya mati di situ juga.

            Di hari akhirat nanti kedua saudara itu akan dibangkitkan menurut niatnya. Yaitu yang ahli ibadah akan di bangkitkan atas niat maksiat sedamgkan adiknya  akan di bangkitkan atas niat berbakti kepada Allah sebagaimana sabda Nabi saw : “Akan di bangkitkan tiap-tiap hamba menurut keadaan matinya.” (Baik atau Buruk).

            Di samping itu anggaplah syaitan itu sebagai musuh selama-lamanya sebagaimana firman Allah  : “Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi kamu.”

            Semua orang tahu syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kita semua, tetapi adakah semua orang tahu bahawa hari ini paling ramai orang-orang mengikuti langkah-langkah syaitan.

            Hari ini syaitan merajalela dengan berbagai kegiatan maksiatnya, diantaranya syaitan telah mempunyai ahlinya yang paling banyak kalau dibandingkan dengan orang-orang Islam hari ini. Tempat-tempat judi, kelab-kelab malam, dan lain sebagainya.

Minggu, 21 Agustus 2011

Cara mengembangkan otak kanan

Pernahkah kita (bahkan sering) tidak percaya diri bahwa kita KREATIF? Itu hanyalah anggapan yang justru menenggelamkan kepercayaan diri kita untuk bertindak kreatif! Berpikir dan bertindak kreatif adalah suatu upaya untuk menggunakan otak kanan (hemispher otak sebelah kanan) secara lebih aktif. Selama ini, kebanyakan orang hanya menggunakan otak kiri-nya yang berkaitan dengan bahasa, logika, dan simbol simbol dan diarahkan pada pemikiran linear dan vertical (dari satu kesimpulan logis ke kesimpulan logis lainnya).

 Secara lebih seimbang, otak kanan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi emosi, intuitif, dan spasial serta bekerja berdasarkan kaleidoskop dan berpikir lateral (mempertimbangkan masalah dari semua sisi dan sampai pada hal yang berbeda) merupakan bagian otak yang berperan penting dalam kreatifitas.

 Otak kanan akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang tidak konvensional, tidak sistematis, dan tidak terstruktur. Hal ini tidak berarti hasil pemikiran otak kanan merupakan sesuatu yang sembarangan, namun hasil pemikiran otak kanan berkaitan dengan sesuatu yang baru, yang tidak biasa, dan berbeda dari apa yang ada sebelumnya.
 Berikut 8 cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan otak kanan:

 1. Selalu bertanya; “Apakah ada cara lain..??” “Dengan begitu, otak kita dipacu untuk mencari alternative-alternatif terbaik!”

2. Menentang kebiasaan, rutinitas, dan tradisi. “nih dia gan,, wajar aja seorang entrepreneur pasti punya latar belakang yang tidak biasa dan menentang tradisi!”

 3. Memainkan permainan – permainan mental, berusaha melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Ayo gan main rubik! Ngelatih otak n emosi banget tuh!”

 4. Menyadari bahwa ada lebih dari 1 jawaban yang benar. “Ini gak boleh dilakukan bagi anak SMA yang sedang ujian pilihan ganda! Karena hanya; PILIHLAH SATU JAWABAN YANG BENAR!”

5. Melihat masalah sebagai batu loncatan untuk menemukan ide-ide baru. “Kalau dapet masalahnya terlalu banayak dan berat, berarti sedang di Uji sama yang DI ATAS! Mending segera tobat n banyak berdo’a deh.. hehe”

6. Melihat kesalahan dan kegagalan sebagai sarana untuk memperoleh keberhasilan. “Jangan dikit – dikit ngeluuuuuuuuh aja kerjaanya! Gak guna!”

7. Menghubungkan ide-ide yang tidak berhubungan untuk menemukan solusi yang baru dan inovatif. “Jangankan menghubungkan ide, ber-ide aja susah.. yang ada juga copas ide!”

 8. Memiliki “keteramplian helicopter” yaitu melihat dari atas dan menyeluruh terhadap berbagai hal rutin yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian mengambil keputusan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More